Museum Bank Indonesia
rommya on April 7th, 2009

Museum Bank Indonesia (MBI) ini terletak di kawasan kota tua Jakarta, di depan stasiun Beos Kota, tepatnya di sebelah Museum bank Mandiri. Museum ini awalnya merupakan sebuah rumah sakit Binnen Hospitaal, lalu kemudian digunakan menjadi sebuah bank yaitu De Javashe Bank (DJB) pada tahun 1828. Lalu setelah kemerdekaan yaitu pada tahun 1953, bank ini di-nasionalisasikan menjadi bank sentral Indonesia atau Bank Indonesia. Tapi tidak lama, yaitu tahun 1962, Bank Indonesia pindah ke gedung yang baru. Gedung ini dibiarkan kosong, namun dewan gubernur BI menghargai nilai sejarah yang tinggi atas gedung tersebut, sehingga memanfaatkan dan melestarikannya menjadi Museum Bank Indonesia. Museum ini diresmikan pada 15 Desember 2006 oleh gubernur BI, Burhanuddin Abdullah.

Terlihat dari luar, gedung ini berdiri kokoh, terawat dan cantik. Area parkir tersedia cukup luas. Warna putih membuat gedung ini semakin elegan. Memasuki gedung, suasana kuno sirna sama sekali. Pintu otomatis terbuat dari kaca akan menyambut tamu yang datang. Dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dengan detektor logam yang dilakukan petugas keamanan. Terlihat sangat ketat untuk kunjungan ke sebuah museum. Lobi terlihat mewah dengan kondisi yang sangat bersih, dan sangat sejuk walaupun di siang hari terik, karena gedung ini ternyata Full AC lho.. wow..keren..

Seperti gedung peninggalan Belanda lainnya, di atas pintu masuk Museum Bank Indonesia ini juga menggunakan kaca patri mozaik indah. Kaca patri ini dibuat oleh seniman Belanda bernama Ian Sihouten Frinsenhouf dengan total 1509 panel kaca patri. Kondisi museum ini dapat dikatakan menakjubkan, bahkan dapat kami katakan Museum Bank Indonesia ini menggeser posisi Museum Geologi di Bandung yang mendapat penilaian museum terbaik versi Jalan Jajan Hemat.
Pemeriksaan

Pemeriksaan


Kaca patri

Kaca Patri


Resepsionis

Resepsionis
Pintu putar Ruang nasabah

Memasuki pintu putar (yang sudah tidak boleh diputar lagi), kami menjumpai meja resepsionis yang sangat modern. Disana kita diminta untuk menitipkan semua tas kita, termasuk tas tangan untuk para wanita. Hhm agak merepotkan juga, tapi karena ya seperti itu peraturannya. Kami mendapatkan karcis dari penjaga, tapi dengan biaya GRATIS… Wah, makin kagum lagi deh, museum sebagus ini ternyata gratis, ketika teringat museum geologi yang juga gratis, kami berpikir mungkin semua museum yang bagus itu adalah museum yang gratis yah :)

Semakin terlihat ke hitech-an (sarat dengan teknologi tinggi) dari museum ini saat melihat beberapa LCD besar yang menjelaskan sejarah museum ini dengan menggunakan layar sentuh di panel kiosk, dan hebatnya lagi speaker yang digunakan adalah parabolic speaker, sehingga suara terfokus pada pengunjung yang berada di bawah jangkauan speaker. Kemudian kami melewati ruang peralihan. Dalam ruangan ini ada sebuah projector khusus yang akan menampilkan koin yang jika ditangkap akan memberikan informasi mengenai koin tersebut. Kemudian kita akan menjumpai ruang teater yang akan memberikan penjelasan mengenai proses pencetakan uang, pendistribusian uang dan hal seputar tugas BI. Teater ini umumnya hanya diputar jika ada rombongan, tapi jika pengunjung terlihat jumlahnya cukup banyak, maka teater akan dibuka, jadi silahkan disimak jika ada pengumuman dari pengeras suara yang menginformasikan bahwa akan ada pemutaran di teater.

Ruang Teater

Ruang Teater


Informasi sejarah

Informasi sejarah


Batavia tempo doeloe

Batavia tempo doeloe
Bank tempo doeloe

Bank tempo doeloe

Yang Seru Yang Lucu

Yang Seru Yang Lucu

Taman

Taman

Keluar dari teater, kita akan memasuki ruang museum yang modern, bahkan seakan kita tidak melihat museum di Indonesia. Jauh dari kesan kuno, kampungan, tak terawat… Semua di desain dengan teliti dan rapih. Ada setting dermaga di Batavia tempo doeloe, ada setting nasabah Belanda yang sedang menyetor di bank. Di sini kita dapat melihat sejarah Bank Indonesia dan juga fungsi dari Bank Indonesia. Juga ada ensiklopedia seputar perbankan yang diberi judul “Yang Seru Yang Lucu”.

Kemudian kita akan melihat ruang brankas yang terbuat dari pintu baja, mirip dengan yang ada di Museum Bank Mandiri, tapi di Museum BI ini ruangannya lebih kecil. Di dalamnya adalah ruang numismatik collection yang memberikan informasi sejarah alat tukar menukar yang ada di Indonesia. Semua ditata rapi, lengkap dengan kaca pembesar agar pengunjung dapat melihat lebih seksama. Di ruang itu juga terdapat pemandu yang siap menjelaskan kepada pengunjung yang ingin bertanya. Di luar ruang terdapat tempat duduk yang berbentuk koin raksasa dan juga uang kertas pecahan 10.000 yang dapat kita gunakan untuk berfoto dengan wajah kita. Di dekat pintu keluar terdapat tempat penjualan cinderamata dan juga kantin (tapi saat itu keduanya tutup).

Khazanah numismatik

Khazanah numismatik


Kursi koin

Kursi koin


Uang baru

Uang baru

Pintu baja

Pintu baja


Ruang numismatik

Ruang numismatik


Koleksi uang

Koleksi uang


Secara keseluruhan kami kagum terhadap museum Bank Indonesia ini. Bagaimana pengelola mendesain dan merawat kondisi ruangan patut diacungi jempol. Standard yang digunakan semua kelas atas, mungkin karena sebagai lembaga terkaya di Indonesia ya ? Wong uangnya tinggal cetak sendiri… :D Tapi kalau boleh jujur, kami merasa kehilangan “jiwa” dari sejarah yang ada. Semua serba modern, sehingga “atmosfir sejarah” yang kami rasakan di Museum Bank Mandiri tidak kami temukan di Museum BI ini, hhmm mungkin memang beda peruntukkannya. Pengamanan pun ekstra ketat, hampir di setiap ruangan terlihat petugas keamanan, mengingatkan pengalaman saya saat ke kantor Bank Indonesia yang baru.

Semoga semua museum di Indonesia dapat mencontoh, dan akan berbenah diri, jangan hidup segan mati tak mau. Percantik dirimu, karena dengan demikian akan semakin banyak pencinta museum di Indonesia yang jumlahnya semakin langka.
Museum Seni Rupa dan Keramik



Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta, persis bersebelahan (samping kanan) dengan Museum Sejarah Jakarta. Dibangun pada 12 Januari 1870. Diarsiteki pertama kali oleh Jhe. W.H.F.H. Van Raders pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Miyer untuk digunakan sebagai Rad van Justitie atau Kantor Pengadilan. Pada tahun 1949 ,digunakan oleh tentara KNIL sebagai sarana Nederlandsche Mission Militer (NMM), kemudian diserahkan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan digunakan sebagai gudang logistik.





Tahun 1970 s/d 1973 digunakan sebagai kantor Walikota Jakarta Barat, Setahun kemudian (1974), diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta dan digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah. Baru pada tanggal 20 Agustus 1976 gedung ini diresmikan sebagai Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto atas inisiatif Adam Malik. Selanjutnya pada tanggal 10 Juni 1977, Gubernur Ali Sadikin meresmikan Museum Keramik di gedung ini. Pada awal tahun 1990 Balai Seni Rupa digabung dengan Museum Keramik menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.



Museum ini menyimpan: Koleksi Lukisan sebanyak 436 buah, 7 buah koleksi patung, 21 buah totem kayu. Untuk lukisan, Museum ini menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat sekarang, antara lain: lukisan bertajuk ’Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, lukisan ’Abang Becak’ karya Henk Ngantung (1953), lukisan ’Gunung Pasir’ karya Popo Iskandar (1969), lukisan ’Abstrak’ karya Nashar (1974), lukisan ’Potret diri’ karya Affandi (1975), lukisan ’Rapat Ikada’ karya Otto Djaya (1985), lukisan ’Wanita’ karya Sri Warso Wahono (1988), dll.

Koleksi Seni Lukis Indonesia dibagi menjadi beberapa ruangan berdasarkan periodisasi yaitu:

* Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880 - 1890)
* Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
* Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)
* Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942 - 1945)
* Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945 - 1950)
* Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
* Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya periode 1960 - sekarang)

Untuk Koleksi Patung, antara lain: ‘Sawat Patung Rangda’ karya Harry Susanto, ‘Gadis Torso’ karya G. Sidharta, ‘Muka Dua’ karya Mustika, dll. Sedangkan untuk Koleksi Totem Kayu menampilkan patung-patung seperti Totem Asmat Patung yang berciri klasik tradisional dari Bali, totem kayu yang magis dan simbolis karya Tjokot dan keluarga besarnya.

Selain Koleksi Seni rupa, Museum ini juga memamerkan Koleksi Keramik yang terdiri dari Keramik Asing yang berjumlah 675 buah, Keramik Lokal berjumlah 775 buah, Keramik Temuan Bawah Laut (Ditlinbinjarah) 472 buah dan Keramik Hibah dari Bea Cukai (bawah laut, yang terdiri dari Keramik Asing China Abad 9 s.d. 10) sebanyak 6.844 buah.



Koleksi Keramik Asing terdiri dari: keramik Tiongkok, Thailand, Vietnam, Jepang dan Eropa dari abad 16 sampai dengan awal abad 20. Koleksi Keramik Lokal antara lain menampilkan keramik dari beberapa daerah Indonesia antara lain dari daerah Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung. Purwakarta, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok, dll. Serta masih terdapatnya koleksi pada abad ke-14 yakni keramik zaman Majapahit. Sedangkan Koleksi Keramik Temuan Bawah Laut (Ditlinbinjarah) dan Keramik Hibah dari Bea Cukai (bawah laut) antara lain banyak yang berasal dari China yakni keramik pada masa Dinasti Ming dan Ching.




Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua, Jakara Barat, cukup tinggi, mencapai 200 orang, bahkan bisa sampai 1.000 orang per hari. Dari data Museum Seni Rupa dan Keramik, jumlah kunjungan pada tahun 2009 sampai Bulan Oktober mencapai 31.000 pengunjung. Tercatat Murid sekolah dasar (SD) yang paling banyak mengunjungi, disusul wisatawan lokal (pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia), kemudian mahasiswa, pelajar SLTP, serta siswa/siswi SLTA.

Begitu kita masuk ke area Museum dari depan, tampak beranda yang luas menyambut para pengunjung dan pintu masuk ke hall utama, di apit dua patung seniman besar yaitu : Raden Saleh dan Sudjojono, tak lupa disertakan pula prasasti sejarah gedung. Masuk ke bagian kiri persis seperti bagian kanan (simetris) disambut pahatan pahatan kayu menghiasi lorong, sedang di dalam ruangan yang berpintu besar tersebut tersimpan koleksi lukisan dan keramik, salah satunya adalah potret diri seniman lukis Indonesia, Affandi. Di dalam terdapat ruangan-ruangan, bukan hanya berlantai satu, tetapi ada pula lantai duanya, yang duhubungkan dengan tangga putar dari besi tempa. pada lantai satu, pijakkannya adalah kayu jati yang tebal.



Museum Seni Rupa dan Keramik dilengkapi sebuah Perpustakaan yang memiliki buku-buku seni rupa yang bisa dijadikan panduan tentang seni rupa.selain itu terdapat pula Toko Cinderamata yang menjual souvenir-souvenir yang spesifik untuk pengunjung seperti: kartu pos, buku seni rupa, kerajinan, sketsa, kipas, patung lucu dan lain-lain. Selain itu terdapat pula Ruang gudang koleksi, Ruang bengkel/preparasi serta Ruang auditorium.





Museum ini buka Selasa s/d Minggu dari pukul 09.00 - 15.00 WIB. Kecuali Senin dan Hari Besar tutup. Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta baru saja rampung menyusun buku katalog lengkap dari benda-benda seni koleksinya. Penyusunan buku tebal terdiri atas dua jilid merupakan hal yang penting untuk menangkal berbagai usaha pencurian lukisan.
Museum Wayang
rommya on April 19th, 2009

Masih diseputar Kawasan Kota Tua Batavia, ada sebuah museum yang bernama Museum Wayang. Museum ini terletak 1 area dengan museum Fatahillah, berdekatan dengan Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri dan juga Museum Keramik. Museum ini menyimpan koleksi wayang dari daerah-daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Bali, Lombok, Sumatera dan juga luar negeri antara lain Malaysia, Suriname, Kelantan, Perancis, Kamboja, India, Pakistan, Vietnam, Inggis, Amerika dan Thailand. Jumlah koleksinya kurang lebih 5.147 buah yang diperoleh dari pembelian, hibah, sumbangan dan titipan.


Wayang secara etimologi berasal dari kata ‘bayang-bayang’. Awalnya Wayang ini digunakan untuk melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau nenek moyang, dan perantaranya disebut dalang. Namun akhirnya berkembang menjadi sebuah sarana hiburan, pendidikan, media informasi maupun ajaran moral.
Lobby

Lobby

Koleksi

Koleksi

Museum Wayang sendiri diresmikan oleh Gubernur Jakarta saat itu yaitu Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975. Museum ini sebelumnya disebut sebagai Museum Batavia yang dibuka pada tahun 1939 oleh Gubernur Jenderal Belanda yaitu Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Gedung ini dibangun pada tahun 1912 bergaya Neo Renaissance dan pada tahun 1938 dipugar dan disesuaikan dengan gaya rumah Belanda saat itu. Gedung ini bukan merupakan bekas gedung gereja Belanda, karena gedung gereja tersebut sudah runtuh akibat gempa. Tapi memang berdiri di atas tanah bekas Gereja Belanda Baru atau Nieuwe Hollandse Kerk (1736) dan Gereja Belanda Lama atau Oude Hollandse Kerk (1640-1732).
Ondel-ondel

Ondel-ondel

Si Unyil

Si Unyil

Musik pengiring

Musik pengiring

Saat memasuki gedung museum, kita akan disambut oleh sepasang “Ondel-ondel” yaitu kesenian tradisional betawi. Selain wayang, seluruh perlengkapan seputar ‘perwayangan’ juga dipajang di museum ini, mulai dari alat penerangan untuk wayang kulit, untuk membuat bayangan di belakang layar yang disebut Lampu Blencong, juga ada alat musik pengiring seperti gamelan, panggung yang biasa dipakai untuk panggung boneka, dll.
Wayang China

Wayang China

Wayang kulit

Wayang kulit

Wayang golek

Wayang golek

Koleksi Wayang di dalam Museum ini terdiri dari beberapa perangkat Wayang Kulit, Wayang Golek, berbagai topeng, wayang kaca, wayang seng, lukisan dan boneka-boneka dari luar negeri. Beberapa koleksi langka dari Nusantara antara lain Wayang Intan, Wayang Suket, Wayang Beber dan Wayang Revolusi. Di dalamnya juga ada boneka terkenal lho, yaitu si Unyil dan teman-temannya, yang sempat ditayangkan di TVRI tahun 80an.
Prasasti

Prasasti

Taman Museum Wayang

Taman Museum Wayang

Di tengah gedung di lantai dasar terdapat Taman, disebutnya Taman Museum Wayang. Disana terlihat beberapa prasasti peninggalan Belanda diantaranya Jan Pieterszoon Coen tahun 1634. Juga terdapat Ruang Punakawan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti : Seminar, Sarasehan, pergelaran, pertunjukan mini dll. Dan secara berkala Museum Wayang menampilan pertunjukkan pada pukul 10.00 – 14.00 setiap hari Minggu ke-2 (Pergelaran Wayang Golek) dan hari Minggu terakhir (Pergelaran Wayang Kulit), tapi untuk memastikannya, silahkan menelpon kesana terlebih dahulu.

Saat ini sedang Museum Wayang melakukan ekspansi ke gedung baru disebelahnya. Terlihat bangunan hampir selesai, dan desainnya modern. Dilengkapi dengan lift untuk memudahkan kaum difabel atau orang lanjut usia.
Gedung baru

Gedung baru

Souvenir shop

Souvenir shop

Musik pengiring

Musik pengiring

Di lantai bawah dekat pintu keluar, terdapat kios yang menjual beberapa cinderamata berupa Wayang Golek, Wayang Kulit, buku pewayangan, gantungan kunci, pajangan, dan aneka barang lainnya. Toilet tersedia dengan gratis, terlihat cukup bagus (karena berada di gedung baru), namun sayang airnya hanya mengalir kecil… dan terlihat banyak orang yang bebas merokok di ruang depan toilet yang masih berada dalam gedung museum ini.
Bentuk-bentuk Awan yang Menakutkan
Dibaca Kali

Delapan foto unik, gambar awan dengan bentuk yang lain dari biasanya. Meski tampak “terlalu indah” seperti khayalan, semua karya fotografi terbaik ini bukan rekayasa. Semua bentuk awan adalah asli apa adanya, walau pada sebagian foto ditambahkan efek warna. Gambar awan yang indah sekaligus menakutkan. Weird, Rare Clouds and the Physics Behind Them, demikian judul yang ditulis Wired Science.

Diambil Blog Berita dari situs-situs terpercaya National Geographic, koran Guardian, dan Wired Science. Yang menjepret adalah fotografer-fotografer profesional di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru, Skotlandia, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.

090603 02 new type cloud sunset big 8 Bentuk awan yang menakutkan

090603 01 new cloud pictures big 8 Bentuk awan yang menakutkan

Asperatus cloud Over Schi 006 8 Bentuk awan yang menakutkan

morninggloryclouds 8 Bentuk awan yang menakutkan

clouds 2a 8 Bentuk awan yang menakutkan

clouds 4b 8 Bentuk awan yang menakutkan

clouds 3a 8 Bentuk awan yang menakutkan

kcrg weather pciclouds 8 Bentuk awan yang menakutkan
Pelangi Menakjubkan Bentuk Lingkaran Budha

admin | Aug 22, 2010 | Comments 0

(dailymail.co.uk)
Pelangi tak biasa muncul menakjubkan di Gunung Huang, provinsi Anhui, China. Langit tampak menggambarkan lingkaran Budha seperti sebuah keajaiban.

Budha seringkali tergambar memiliki sebuah lingkaran di atas kepalanya. Tampilan setelah hujan ini merupakan fenomena alami dari optik atmosfer. Pelangi tersebut dibentuk dari refleksi baur dan difraksi sinar matahari yang menembus permukaan awan.

Ini merupakan pelangi sangat cerah yang terjadi setelah hujan. Warna pelangi muncul di atas lingkaran meskipun putaran itu sendiri berwarna
JAKARTA–Para pakar geologi Indonesia, AS dan Prancis berhasil menemukan gunung api bawah laut raksasa berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter yang berada 330 km arah barat Kota Bengkulu.
letakgunungberapiraksasabengkulu
Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.
“Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua, ” kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam, BPPT, Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
gunung-berapi-raksasa-bengkulu2
Gunung api bawah laut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, 330km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 km dengan puncak berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut.
Meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini. “Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus,” katanya.
Survei yang menggunakan kapal seismik Geowave Champion canggih milik CGG Veritas itu adalah yang pertama di dunia karena menggunakan streamer terpanjang, 15 km, dari yang pernah dilakukan oleh kapal survei seismik.
Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui struktur geologi dalam (penetrasi sampai 50km) yang meliputi Palung Sunda, Prisma Akresi, Tinggian Busur Luar (Outer Arc High) dan Cekungan Busur Muka (Fore Arc Basin) perairan Sumatera.
Sejak gempa dan tsunami akhir 2004 dan gempa-gempa besar susulan lainnya, terjadi banyak perubahan struktur di kawasan perairan Sumatera yang menarik minat banyak peneliti asing.
Tim ahli dari Indonesia, AS dan Perancis kemudian bekerjasama memetakan struktur geologi dalam untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme gempa pemicu tsunami menggunakan citra seismik dalam (deep seismic image).ant/kemREPUBLIKA
Sebagai perbandingan, Gunung Berapi terbesar saat ini adalah Gunung Berapi Mauna Loa yang berada di kePulauan Hawaii, AS dengan diameter “hanya” 17 Km dengan tinggi 4000M setara dengan 85% dari pulau Hawaii itu sendiri atau Gunung Berapi Krakatau yang meledak tahun 1883 dengan diameter 11 Km dan tinggi 2000 m , yang ledakannya terdengar sampai Pulau Rodrigues, Afrika,setara dengan 30.000 kali Bom Atom.

Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi Foto dan Video

Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi - Setelah beberapa waktu yang lalu dunia dikejutkan dengan ditemukan sungai bawah laut yang sangat indah di laut Meksiko, kini ditemukan lagi suatu bukti yang merupakan kekuasaan Illahi yaitu Gunung Berapi Bawah Laut di lautan dalam di Sulawesi Utara. Gunung berapi dalam laut tersebut memiliki tinggi lebih dari 10.000 kaki atau sekitar 3.000 meter. Dengan adanya penemuan ini, semakin menambah banyaknya kekayaan alam yang terkandung di dalam lautan Indonesia.
Untuk berita selengkapnya mengenai penemuan Gunung Api Dalam Laut ini, berikut ini saya kutipkan artikel yang saya ambil dari vivanews.com.
Sebuah gunung berapi raksasa di dasar laut di Sangihe, Sulawesi Utara dipetakan oleh ekspedisi gabungan ahli dari Amerika Serikat dan Indonesia.
Gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter.
Para peneliti menggunakan sistem sonar dan peralatan robotik, remotely operated vehicle (ROV) yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi — untuk mengeksplorasi dasar laut Sulawesi.
“Ini gunung api yang besar, lebih tinggi dari gunung lain di Indonesia, kecuali tiga atau empat lainnya,” kata Jim Holden, kepal peneliti Amerika Serikat, seperti dimuat laman Guardian.
Para ilmuwan berharap peta dan video yang dihasilkan akan jadi batu pijakan bagi peneliti lain untuk melanjutkan temuan yang masih awal ini
Penemuan gunung bawah laut di perairan Indonesia ini bukan kali pertamanya.
Mei 2009 lalu, gunung api raksasa berdiameter 50 kilometer dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan di kawasan perairan barat Sumatera.
Belum dipastikan apakah gunung ini aktif. Namun jika benar, “Ini bisa sangat berbahaya,” kata ahli geologi kelautan BPPT, Yusuf Surachman Djajadihardja, seperti dimuat laman Ninemsn.com.au. Puncak gunung ini berada di 1.380 meter di bawah laut.